JurnalTepungTerigu

Dari Pergolakan Batin Hingga Memutuskan untuk Blogging

42 comments

Belajar Blogging SEO Friendly

Tidak ada yang tahu tentang jalan hidup kita sendiri secara detail. Hal yang bisa kita lakukan hanyalah berencana, kemudian melakukannya. Proses dan hasilnya sangat beragam dan selalu menakjubkan. Aku percaya bahwa niat dan alasan menjadi suatu kekuatan besar dalam meraih apa pun. Begitu pun dalam dunia blogging yang sedang ingin kugeluti lagi. Mengapa lagi? Karena sebelumnya aku pernah berhenti mengisi rumah mayaku ini hingga ia mati suri dalam beberapa dekade (Ceileeeh, engga sih ya. Ga selama itu juga).

Saat ini aku sedang menata ulang niat dan tujuan for my come back. Ini sudah berasa ala-ala artis K-Pop aja yaa! Bertanya kembali apa yang membuatku memutuskan untuk menjadi seorang blogger. Mengenal diri sendiri itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Aku merasakan gejolak batin yang sangat panjang guna mengetahui apa sih yang sebenarnya kuinginkan dari setiap hal yang kutekuni. Perlahan, aku mulai menemukan itu. Apa kamu penasaran? 

My Big Why Blogging

Oke, inilah alasan aku jatuh cinta pada kegiatan menulis lalu kemudian belajar blogging: 

1. Menjadi Diri Sendiri Sebanyak yang Aku Bisa

Aku merasa perlu ruang khusus menulis untuk diriku sendiri setelah satu tahun ini menjadi Freelance Content Writer. Di awal-awal meniti karir ini, aku tidak terlalu mempedulikan tulisan yang kuhasilkan. Semua atas nama demi cuan. Setiap hari membuat artikel dengan tema dan keyword dari pemilik website. Meskipun temanya tidak kukuasai bahkan baru pertama kali aku tahu mengenai topik tersebut, aku tetap menulisnya. It was an amazing process I went through. Hal itu terjadi karena aku benar-benar bersemangat. Setelah hampir 2 tahun melayangkan lamaran ke banyak perusahaan pasca kelulusan. Akhirnya aku menemukan pekerjaan yang cocok denganku meski harus melalui banyak kegalauan. Ya, meskipun Quarter-Life Crisis yang kualami kini masih berlanjut.

Seiring perjalanan karirku ini, ada yang mulai mengganjal. Aku merasa ada yang hilang dari diriku. Bekerja di bidang yang aku suka, tapi nyatanya masih ada saja yang membuatku kecewa pada diri sendiri. Kini aku menyadari bahwa aku butuh mengekspresikan perasaan, buah pikiran dan pengalaman yang kualami. Sudah lama sekali aku tidak melakukannya. Dan blog adalah pilihan paling memungkinkan yang bisa kupilih. Hal itu tidak lain dan tidak bukan karena aku sudah pernah membuat blog ini dan menyesal kuanggurin. Hehehe.

Mulai sekarang aku membuat komitment baru karena terinspirasi dari Raditya Dika. Di balik karya-karyanya yang keren, dia tidak hanya menyenangkan dan memuaskan orang lain. Akan tetapi tidak lupa berkarya untuk dirinya sendiri meski tidak banyak cuan yang berdatangan. Aku juga akan melakukannya; menjadi diri sendiri sebanyak yang aku bisa di blog ini. 

2. Senang Sekali Saat Tulisanku Menginspirasi

Sejak di sekolah dasar, aku sudah melakukan rutinitas menulis. Buku curhat adalah media paling berharga yang kupunya saat itu. Masa sekolah menengah pertama adalah era yang paling membuatku bangga. Oh, what did I do? Aku selalu mengisi buku diary setiap hari bahkan di saat malas sekalipun. Ibarat makan, bercerita dengan media tulisan menjadi hal wajib yang harus dan selalu ingin kulakukan. Hingga suatu hari perkataan seorang teman bagai menyiramiku air surga.

“Membaca buku harianmu itu tidak sia-sia. Isinya tidak sekadar curhatan galau. Banyak ilmu baru yang kudapatkan."

Sebab perkataannya itu, aku semakin semangat menulis dan memutuskan masuk di komunitas kepenulisan. Setelah itu muncullah inisiatif membuat akun blog meskipun pada waktu itu belum tahu banyak apa itu blogging. Aku ingin terus menginspirasi orang lain meski hanya lewat cerita remeh temeh.

3. Blogging Menjadi Obat Saat Sedih dan Terpuruk

Tidak hanya di saat menuliskan ide-ide yang berkeliaran di otak yang membuatku senang. Membacanya kembali mampu menjadi obat mujarab untuk mendapatkan semangat baru. Entah kenapa seringkali menikmati tulisan diri sendiri itu berbeda sensasinya saat membaca karya orang lain. Itulah yang kurasakan selama ini.

Menyelami pikiran orang lain lewat blognya juga sebuah pengalaman yang mengasyikkan. Aku mendapat banyak inspirasi dan hiburan. Maka dari itu aku menjadi semakin yakin untuk menjadi seorang blogger. Dukung aku ya, Guys!

4. Tulisan Akan Lebih Abadi dari Penulisnya

Sebagaimana yang kuceritakan sebelumnya, buku diary adalah asal mula kiprahku dalam bidang tulis menulis. Aku bahagia telah melakukannya. Semakin menyenangkan, buku-buku catatanku itu masih ada hingga saat ini. Setiap kali pulang dari perantauan, aku membacanya, lagi dan lagi. Aku ingin kembali ke masa itu untuk mengadopsi semangat, di mana di masa sekarang aku dapat melakukannya dengan cara ngeblog. Menulis adalah bentuk pengabdian yang menyenangkan.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama Ia tidak menulis, Ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Begitu kata Pramoedya Ananta Toer yang melegenda. Aku pun mempercayai bahwa tulisan akan lebih abadi dari penulisnya. Apalagi jika tulisan itu tidak hanya ada di atas secarik kertas yang mudah hilang, lusuh, basah, bahkan terbakar. Saat ini aku beralih pada blog sebagai tempat berkarya karena ia tidak akan mudah hilang. Lupa passwordnya pun masih bisa kita temukan bahkan oleh anak cucuku kelak.

Blogging adalah cara merawat ingatan
dokumen pribadi

Setelah membaca alasanku ini, apa kamu tertular semangat nge-blog namun kembali rapuh saat tidak dapat mengatur waktu dengan baik?

You should to fix it by these ways!

1. Kurangi Berkomitmen

Tidak dapat dipungkiri bahwa seringkali kita berpikir bisa melakukan banyak hal dalam sekali waktu. Tanpa mempertimbangkan secara matang, kegiatan baru mudah masuk dan merusak jadwal pentingmu. Mudah meng-iya-kan banyak hal adalah sesuatu yang tidak baik. Memiliki banyak komitmen tidak lantas membuatmu menjadi keren. Maka dari itu selektiflah dalam berkomitmen agar waktumu teratur dan hasil dari setiap aktifitas menjadi maksimal.

2. Lakukan Kegiatan yang Benar-Benar Penting

Menentukan skala prioritas bisa dibilang gampang-gampang susah. Mengapa demikian? Karena tidak jarang kita salah dalam memprioritaskan sesuatu. Semisal di saat kamu telah berkomitmen untuk posting satu tulisan di blog setiap hari, maka hal-hal yang menunjang terhadap blogging lah yang diutamakan. Bukan malah melakukan kegiatan lain di luar blogging karena tergiur pada cuan. Stay on the track itu susah, namun akan dirasakan manis buahnya dalam jangka panjang.

3. Optimalkan Waktu Bersenang-Senang

Ketika kita telah bekerja keras, fokus pada pekerjaan dan komitmen yang telah dibuat, maka ingatlah untuk memanjakan diri. Saat waktu me time ini sedang kamu lakukan, maka optimalkan. Jangan sampai pekerjaan berat mengganggu. Dengan begitu otak, jiwa dan tubuhmu bisa kembali segar tanpa harus merusak momen bersenang-senang. Begitu pun sebaliknya. Apabila nge-blog adalah caramu bersenang-senang, berikan pesona terbaikmu. Maksimalkan kegiatan ini dengan kebahagiaan.

Kegiatan blogging ini memang membutuhkan manajemen waktu yang sangat baik. Aku selalu melatihnya dan tidak berhenti memperbarui jadwal-jadwalku setelah dirasa mulai kacau. Cara lain yang biasanya kulakukan adalah dengan mengikuti pelatihan. Alhamdulillah dalam 3 bulan ke depan aku mendapat kesempatan ikut kelas blogspedia coaching for newbie yang dimentorin oleh blogger kece Marita Ningtyas. 

Di kelas ini aku tidak hanya menguatkan pondasi blog yang hendak dibangun. Namun aku juga melatih mental dan skill mengatur waktu untuk serius menggeluti bidang ini. Sebuah awal yang harus kulalui dengan baik untuk menjadi blogger profesional. Kamu juga bisa mencari kelas online atau pelatihan yang serupa jika ingin improve skill di bidang blogging.

Setelah sekian lama tidak menulis di sini, aku menemukan ruh kembali dan bisa menyapa kamu yang sedang membaca ini. Semoga beberapa alasanku memilih blogging serta tips manajemen waktu dapat meng-ilhami harimu yang penat. Aku tidak ingin ilham ini berubah jadi kebosanan. Jadi, kuakhiri saja. Sampai jumpa di postinganku berikutnya!


Miela Baisuni
Jatuh cinta pada buku sejak sekolah menengah, menulis adalah kecintaan mulai usia yang kalau ditanya jujur terus jawabannya. Sekarang milih fotografi dan travelling sebagai pelengkap hobi sebelumnya. Nice to see you!

Related Posts

42 comments

  1. yuhu optimalkan waktu bersenang-senang biar gak kebayang-bayang saat mengerjakan tugas hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener tuh, Kak Novia. Biar puaaaas. Kerjaan aman, liburan senang :D

      Delete
  2. Aku mencium aroma bawang putih yg siap utk digeprek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke tinggal beli ayam nih enak makan bareng. Makasii sudah mampir ;)

      Delete
  3. semoga kita bisa lukus bareng ya mbak.. amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat! laptopku mlah minta servis mbak.. entah nasibku gmn ini..😭

      Delete
  4. Benar-benar inspiratif tulisannya. Senang sekali bisa mampir ke sini. "Kurangi berkomitmen', sebuah pengingat yang pas banget buat saya> Makasih ya, Mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berdasarkan pengalaman pribadi, kak Irena Frieda. Harus bisa bertanggung jawab dengan komitmen diri sendiri. Terima kasih sudah meluangkan waktu baca tulisanku.

      Delete
  5. Mastah ini mah, enak banget dibacanya. Serasa ngunyah bakwan deh 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Kak Rita jangan lupa es teh atau es jeruknya ya sekalian :D

      Delete
  6. Salam kenal mbak, enak banget tulisannya dibaca, aku ngutip secuil quotenya yaa

    "selektiflah dalam berkomitmen agar waktumu teratur dan hasil dari setiap aktifitas menjadi maksimal"

    Ini pas banget dipraktekkin di kehidupan mamak life sepertiku hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berkomitmen pun harus pilah pilih. Kayak mau duduk di pelaminan gitu, selektif milih pasangan. Hehehe. Semoga bermanfaat, kak Ummi Maryama!

      Delete
  7. Selektiflah dalam berkomitmen.. pas banget quotesnya mbaak... Terimakasih sudah mengingatkan..

    ReplyDelete
  8. Setuju Mba, menulis memang media berekspresi paling bebas. Menjangkau realitas perenungan dalam sadar, mapupun ruang2 imajiner yg asing dlm definisi..
    BTW Penulis favorit nya siapa Mba ? " :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wihiiiii penggambarannya tentang menulis membuatku merinding. Incredible! Mengenai penulis favorit, aku suka tulisan Dee Lestari dan Puthut EA.

      Delete
  9. Replies
    1. Alhamdulillah, it works as I want. hehe. Terima kasih, Kak Nimas!

      Delete
  10. Meski tepung terigu tapi hasilnya, makanan yang gurih dan nikmat. Kayak tulisanmu ini mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih, Kak Tami. Semoga bisa terus menyajikan yang gurih dan nikmat.

      Delete
  11. Wah ngikutin Raditya Dika juga ya mba? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa. Suka kalau Bang Radit bahas tentang Financial Planning. Pas stand up juga materinya asik.

      Delete
  12. Karena dengan berkarya nama kita bisa abadi. Semangat kak!

    ReplyDelete
  13. Yaps, aku setuju dengan poin no.3 ... Optimalkan waktu bersenang-senang. Hihi ....

    ReplyDelete
  14. Baca tulisan Mbak aku jadi berpikir, ada nggak ya anak perempuan yang tak suka nulis diary? Haha, lintasan pikiran.

    ReplyDelete
  15. "Kurangi Berkomitmen". Kaget waktu baca pertama kali. Tapi setelah paham, saya pikir bener juga ya. Kita hanya diberi waktu dan tenaga yang terbatas selama kita hidup. Tak akan cukup kalau kita mau semua-muanya kita ikuti. Sekarang saya jadi berpikir nih, mungkin saatnya untuk decluttering komitmen-komitmen biar tetap waras. 😅

    ReplyDelete
  16. salam kenal, mbak. kalau kata Sayyid Al Kutb, "Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ratusan bahkan jutaan kepala". semangat menebar kebaikan dari tulisan 🤗💛

    ReplyDelete
  17. Tulisan nya sangat bagus mbak dan enak untuk dibaca. Aku sangat suka dengan quotes yang ada dalam tulisan mba, bahwa karya yang abadi adalah tulisan, semoga kita selalu semangat untuk nge blog nya

    ReplyDelete
  18. Yaps, pasti kita dukung..
    Semoga menjadi Blogger yang tak hanya profesional, tapi juga menyelami makna dari apa yang dikerjakan~

    ReplyDelete
  19. Mbak Miela, tulisannya menarik sekali. Jujur aku baca tulisan ini kemarin sebenernya, tapi baru komen sekarang hihi. Tulisan mbak yang ini sukses bikin aku ketagihan baca tulisan mbak yang lain (Quarter Life of Crisis). Semangat nulis !

    ReplyDelete
  20. Samaan, dong. Buku diary zaman SMP, SMA, kuliahku juga masih disimpen. Kalau baca ulang, suka ketawa sendiri. Duh, ternyata gue pernah alay kayak anak² zaman sekarang heuheu

    ReplyDelete
  21. MasyaAllah mbak tips nya ngena banget ke saya.. reminder buat saya untuk terus beljar.

    ReplyDelete
  22. Suka big whynya, self healing bangett yah menulis itu buat perempuan

    ReplyDelete
  23. awalnya agak salfok dengan subjudul 'kurangi berkomitmen'. ternyata di penjelasaanya baru paham tentang harus selektif dalam membuat komitmen. Ketje Mbak :)

    ReplyDelete
  24. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  25. Salam kenal kak. Perihal Quarter life crisis, memang butuh semangat yang lebih. Semoga kita yang sedang dalam posisi ini bisa selalu semangat yak hihii. Paling suka sama quotes di nomor 4
    Good job kakak..

    ReplyDelete
  26. Kita harus bisa menikmati tulisan kita senditi ya mbak... Noted.. 😄😄😄

    ReplyDelete
  27. Penulis memang harus menjadi diri sendiri. Pesannya dapat banget...keren Kak

    ReplyDelete
  28. Aku banget sih ka 😍 keren udah jadi content writer,semoga dgn ikut coaching kita konsisten posting ya ❤

    ReplyDelete
  29. Semangat kak, terus menebar manfaat dan kebaikan

    ReplyDelete

Post a Comment