JurnalTepungTerigu

#AllAboutKampungInggris: Kenangan Berharga dari Global English

Post a Comment
Sumber gambar: Dokumen Pribadi

Aku ingin berbagi cerita tentang Kampung Inggris dan pengalamanku belajar di sana selama kurang lebih 10 bulan. 

Program beasiswa Teaching Clinic dari Global English (GE) mengantarkanku  pada salah satu planning tahun ini. Berkat undangan tes tulis dari program tersebut, aku bisa singgah ke Kampung Inggris untuk pertama kalinya pada bulan Februari 2018 lalu kemudian dengan cepatnya jatuh cinta. Meskipun tidak lolos, ada cara lain yang Tuhan berikan untuk mempermudah belajar Bahasa Inggris dengan serius. Alhamdulillah aku berkesempatan mendapat beasiswa lain dari GE yang tak kalah menarik dan bermanfaat bagiku. Informasi penerimaan beasiswa ini tidak terbuka secara umum. Jika kamu penasaran, bisa inbox aku atau tanya di kolom komentar ya!

Setelah melalui beberapa pertimbangan, dari sekian banyaknya lembaga kursus di Kampung Inggris Pare, aku memutuskan memilih GE sebagai tempat untuk mengembangkan skill bahasa Inggris. Bukan hanya karena program dan paket belajarnnya yang lengkap, namun juga fasilitasnya bagus; nyaman untuk belajar dan berteman.

Sejauh ini pengalaman belajar selama enam bulan di GE tentu memiliki banyak sekali cerita. Pengalaman tersebut tidak sekadar kisah baru, tapi menarik and unforgettable indeed. Bagian yang sangat sulit dilupakan adalah kesempatan bertemu teman baru dari berbagai macam daerah dan Kampung Inggris, utamanya GE mendekatkan kami dengan sangat mudah. Dari saking banyaknya peminat yang belajar di lembaga ini, bisa dipastikan setiap periode aku mendapat kawan baru bahkan gebetan baru. Dua kata terakhir abaikan saja. Hahaha.

Perlu diketahui, sebelum memulai program belajar, GE menyediakan fasilitas berupa placement test bagi setiap member baru. Hal tersebut sangat berguna untuk mengetahui tingkat pengetahuan member dalam bahasa Inggris. Sehingga dengan begitu, mereka tidak akan salah pilih program dan mendapat kelas yang tepat sesuai kemampuannya masing-masing. Aku pun sangat merasakan manfaatnya sejak pertama kali hendak memulai program.

Metode pembelajaran di GE asyik dan menyenangkan. Dalam satu periode; ada 10 hari dengan program yang berbeda-beda di setiap periodenya, materi yang didiskusikan tidak melulu serius. GE sangat menerapkan let’s leave the old school. Sebab itu lah kultur belajarnya sama sekali berbeda dari budaya belajar di sekolah atau pun di Perguruan Tinggi.  Suasana di kelas dikemas dengan pemberian pemahaman yang begitu mudah. Salah satunya belajar hal baru tentang grammar melalui ice breaking yang mana sebagian besar member merasa sulit mempelajarinya.

Tidak hanya itu, metode lain yang diterapkan semisal dalam pengembangan skill speaking, member diberikan tugas oleh tutor untuk membuat video serupa vlog dan film pendek tentang Kampung Inggris. Lalu penerapan secara massif yaitu diberlakukannya English area di semua camp atau asrama GE dengan denda yang lumayan menguras isi dompet serta menguji mental member.


Kenangan lainnya yang melekat dalam ingatan yaitu kompetensi tutor-tutor di GE yang luar biasa. Terlebih saat saya mengambil program TOEFL, semua tutor yang mendampingi di kelas memang tidak diragukan lagi kemampuannya. Tips dan trik dalam menganalisis, menjawab soal, bahkan meningkatkan kualitas pemahaman yang mereka berikan sangat tepat guna. Menariknya lagi, 99 persen dari tutor GE masih muda, lho! Tidak sedikit di antara mereka yang baru lulus SMA namun kemampuan bahasa Inggrisnya oke banget berkat bimbingan dan didikan tutor-tutor senior. Boleh juga jika mau digebet. Kali ini dianggap serius ya tidak masalah. Haha. 

Kalau kamu pernah ke Kampung Inggris, lembaga kursus apa yang kamu pilih?
Miela Baisuni
Jatuh cinta pada buku sejak sekolah menengah, menulis adalah kecintaan mulai usia yang kalau ditanya jujur terus jawabannya. Sekarang milih fotografi dan travelling sebagai pelengkap hobi sebelumnya. Nice to see you!

Related Posts

Post a Comment