JurnalTepungTerigu

Mengabdi Bersama Kelas Inspirasi

8 comments
Kegiatan Kelas Inspirasi Malang

Kelas Inspirasi membuatku jatuh berkali-kali. Dengannya, aku terbawa pada persimpangan-persimpangan yang gelap, menghempasku sesekali, kemudian dengan begitu tega membuatku betah dan enggan untuk pergi. 

Mengikuti kegiatan volunteering atau kerelawanan sangat menantang. Tidak hanya karena bertanggung jawab menyelesaikan visi misi sebuah gerakan, namun juga berperang dengan nafsu diri sendiri. Banyak godaan dalam menjalankan kegiatan yang butuh keikhlasan lahir batin ini. Tanpa mengharap bayaran, tanpa bermaksud mencari ketenaran, Kelas Inspirasi (KI) adalah wadah untuk berbagi dan berkembang yang membuatku kecanduan. 

Sejarah Kelas Inspirasi

Buat kamu yang tertarik mengikuti Kelas Inspirasi, wajib mengetahui sejarahnya terlebih dahulu. Apakah kamu pernah tahu Indonesia Mengajar (IM)? Sebuah kegiatan bidang pendidikan yang diprakarsai oleh Anies Baswedan untuk mengirim putra putri terbaik Indonesia ke pelosok negeri. Selama setahun mereka diutus untuk mengajar selama satu tahun dengan keterbatasan fasilitas.

Program ini sangat populer dan banyak sekali peminatnya. Tidak heran jika persaingan untuk lolos seleksi juga sangat tinggi. Tes yang harus dilalui tidaklah mudah. Banyak aspek yang harus dipenuhi untuk menjadi bagian dari Indonesia Mengajar.

Tingginya antusiasme masyarakat pada program relawan tersebut, muncul lah inisiatif dari para alumni Indonesia Mengajar. Beberapa orang membuat sebuah gebrakan untuk mewadahi peminat yang tidak lolos dengan mengadakan Kelas Inspirasi. Gerakan yang merupakan perpanjangan tangan dari Indonesia Mengajar ini pun diterima dengan sangat baik.

Tidak seperti IM yang harus mengabdi selama satu tahun, relawan pengajar KI hanya perlu mengajar satu hari. Gerakan ini memberikan kesempatan untuk para professional untuk berbagi inspirasi kepada siswa SD tentang pekerjaannya. Tujuannya adalah untuk mengenalkan lebih luas kepada anak-anak mengenai banyaknya profesi yang dapat menjadi cita-cita mereka.

Di satu hari yang biasanya disebut Hari Inspirasi, para relawan pengajar secara sukarela mengajukan cuti kerja. Berangkat dari keikhlasan dan kemauan kuat untuk bertemu dengan siswa-siswa di pelosok, mereka meluangkan satu hari tersebut untuk mengabdikan diri.

Dari tahun ke tahun, gerakan ini terus berkembang. Saat ini hampir di semua kota ada Kelas Inspirasi. Ada KI Yogyakarta, KI Bali, KI Bandung, KI Lombok, KI Malang, KI Surabaya, KI Pasuruan, KI Jombang, dan daerah-daerah lainnya. 

Loyalitas Relawan yang Mengagumkan

Banyaknya gerakan KI di berbagai kota membuat program sehari menginspirasi ini semakin semarak. Bagi para relawan yang sudah pernah ikut di suatu kota, pasti muncul keinginan untuk ikut di kota yang lain. Hal inilah yang membuat mereka semakin akrab dan loyal.

Terdapat beberapa kategori relawan dalam gerakan ini, yakni relawan pengajar, relawan panitia, relawan fasilitator, dan relawan dokumentator. Sejauh ini, selama 3 kali mengikutinya, aku belum pernah jadi relawan pengajar karena belum bekerja. Tidak juga jadi relawan dokumentator karena tidak bakat dalam bidang tersebut.

Dalam 3 tahun berturut-turut, aku berkontribusi sebagai relawan fasilitator dan relawan panitia di KI Malang. Baru di tahun 2020 aku dinyatakan lulus sebagai relawan pengajar KI Yogyakarta. Namun acaranya ditunda karena kondisi pandemi. (Padahal sudah pesan tiket kereta, akhirnya aku refund dengan perasaan baper).

Orang-orang yang tergabung datang berbagai penjuru daerah. Profesinya pun sangat beragam. Panitia biasanya lebih mengutamakan profesi yang unik dan belum banyak dikenal oleh masyarakat. Pekerjaan seperti koki, pelaku start-up, desainer grafis, programmar, illustrator, traveler, dan content writer adalah segelintir contoh profesi yang akan berpeluang banyak untuk lolos.

7 Sikap Dasar Kelas Inspirasi

Gerakan Edukasi Bebas Kepentingan

Terdapat prinsip-prinsip KI yang wajib dipegang teguh oleh semua volunteer. Biasanya panitia akan menjelaskan 7 prinsip ini kepada relawan dan perwakilan sekolah di hari Technical Meeting. 7 sikap dasar tersebut meliputi: 

1. Sukarela

Semua pihak, baik dari relawan maupun pihak sekolah dengan suka cita melaksanakan acara KI. Memiliki tujuan untuk memajukan pendidikan Indonesia dan memeratakan akses belajar secara bersama-sama. 

2. Bebas Kepentingan

Selama penyelenggaraan acara, relawan tidak diperbolehkan membawa-bawa kepentingan komersial. Apalagi sampai melakukan promosi suatu produk dari tempat ia bekerja. Semua pihak harus netral dari berbagai kepentingan. Oleh karena itu mereka dilarang memberikan hadih berupa barang kepada siswa. Relawan hanya diperbolehkan memberikan hadiah berupa inspirasi dan suntikan semangat untuk meraih cita-citanya. 

3. Tanpa Biaya

Tidak ada bayaran atau pun komisi yang didapatkan oleh relawan. Semua biaya yang dikeluarkan untuk acara Hari Inspirasi didapatkan dari iuran semua relawan. Jadi, jika kamu berharap dapat penghasilan, gerakan ini bukan pilihan yang sesuai dengan kamu. 

4. Siap Belajar

Tidak ada kata senioritas dalam pergerakan ini. Semua orang yang terlibat harus siap untuk belajar kapan pun dan di manapun. Tanpa memandang status dan pengalaman, semuanya harus saling terbuka. 

5. Ambil Bagian Langsung

Siap turun tangan dalam semua kebutuhan penyelenggaraan kegiatan adalah hal yang harus dilakukan relawan. Setiap masalah dan hambatan akan dihadapi bersama-sama dengan penuh tanggung jawab. 

6. Siap Bersilaturrahmi

Dari pihak relawan maupun sekolah sama-sama bersemangat dalam bersilaturrahmi. Demi kemajuan pendidikan negeri ini, keterbukaan sangatlah diutamakan. 

7. Tulus

Seluruh serangkaian acara dan persiapan yang memakan waktu lama adalah sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan anak bangsa.

Selain menjelaskan secara teknis tentang pelaksanaan acara, mereka juga dibekali dengan strategi mengajar yang kondusif dan menyenangkan. Hal tersebut dikarenakan tidak semua relawan bisa menghandle murid-murid. 


Hari Inspirasi, Hari Menginspirasi dan Terinspirasi


Berbagi pengalaman di Hari Inspirasi

Moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua pihak adalah Hari Inspirasi. Saatnya para relawan pengajar membagikan pengalamannya. Dalam satu hari tersebut, pihak sekolah secara penuh memberikan hak kepada relawan untuk mengambil alih mengurus seluruh siswa.

Dari seluruh relawan yang berjumlah puluhan hingga ratusan dibagi dalam 20-25 kelompok. Sebutannya adalah rombongan belajar (rombel). Waktu mulai dan selesainya tetap menyesuaikan dengan jam sekolah pada umumnya. Namun konsep belajar akan sangat berbeda. Setiap rombel bebas menyusun konsep acara selama di sekolah.

Selama berada di sekolah pilihan yang sudah bekerja sama dengan KI, para relawan bergantian masuk kelas. Dari satu kelas ke kelas yang lain, mereka memberikan inspirasi tentang profesinya. Bercerita bagaimana dan apa saja yang dilakukannya dalam pekerjaan. Tentu penyampainnya harus disesuaikan dengan kapasitas siswa sekolah dasar.

Setiap pengajar dibebaskan dalam menyampaikan materi inspiratif. Agar proses inspirasi semakin optimal, para pengajar mengenakan seragam kerjanya serta membawa berbagai atribut yang berhubungan. Dengan begitu, anak-anak akan punya gambaran lebih jelas tentang profesi tersebut.

Lalu bagi relawan panitia dan relawan fasilitator, mereka menjadi time keeper agar alokasi waktunya sesuai dengan jadwal yang sudah dirancang. Sebagian lagi membantu relawan pengajar yang kewalahan menghadapi siswa di kelas. Dan itu lah yang juga kulakukan. Tugasku lebih padat sebelum acara karena harus survey sekolah, mengenali lingkungan sekitar, dan mencari tahu kebiasaan dari siswa dan guru di sana.

Antusias dari siswa selalu mengharukan. Melihat dan mendengarkan cerita dari para relawan membuat mereka bersemangat. Bahkan tidak jarang dari mereka yang mulai berani bercita-cita menjalani profesi dari salah satu relawan.

Di akhir kegiatan, semua siswa diminta untuk menulis cita-citanya. Kemudian tulisan tersebut bersama-sama ditempel ke pohon cita-cita yang panitia sediakan. Dari hal tersebut, siswa dapat terus melihat pohon cita-cita di sekolah agar semangat. Guru-guru pun akan tahu apa yang diimpikan siswanya. Kami pun mendapatkan banyak inspirasi dari adik-adik siswa selama kegiatan berlangsung.

Pengalaman Berharga Sebagai Relawan

Di awal cerita ini, kukatakan bahwa Kelas Inspirasi telah membuatku jatuh berkali-kali. Ya, memang benar. Jatuh yang kumaksud tersebut adalah saat-saat mempersiapkan Hari Inspirasi yang membutuhkan banyak kesabaran dan keberanian. Pernah jatuh dari motor saat melakukan survey, kesasar tidak hanya sekali. Bahkan pernah juga mematahkan spion mobil seseorang karena melewati tikungan yang belum kuketahui medannya. Masih lekat sekali dalam ingatan, musibah kecil itu terjadi ketika hendak menghadiri rapat persiapan Persami pasca Hari Inspirasi.

Akan tetapi semangat yang menyala-menyala dalam diriku kala itu tidak membuat kejadian tersebut menjadi penghalang. Justru aku semakin terkesan dengan progress yang kualami bersama Kelas Inspirasi. Kian banyak tabungan pengalaman yang bisa kuceritakan pada orang lain serta anak cucu kelak. Suatu keseruan yang punya tempat tersendiri dalam kenangan perjalanan hidupku.

Inilah kenangan berharga dari pengalamanku bersama Kelas Inspirasi. Sebenarnya masih banyak sekali yang ingin kuceritakan tentang suka suka selama berkontribusi di KI Malang. Mengapa kubilang suka suka? Karena duka apapun yang kualami selama masa persiapan terbayarkan ketika Hari Inspirasi tiba.

Aku sudah tidak sabar menunggu kabar dari Kelas Inspirasi Yogyakarta. Semoga pandemi segera berakhir. Bisa meluangkan waktu untuk kemajuan pendidikan bangsa dengan cara seperti ini merupakan suatu kesempatan yang luar biasa. I couldn’t be happier!

Miela Baisuni
Jatuh cinta pada buku sejak sekolah menengah, menulis adalah kecintaan mulai usia yang kalau ditanya jujur terus jawabannya. Sekarang milih fotografi dan travelling sebagai pelengkap hobi sebelumnya. Nice to see you!

Related Posts

8 comments

  1. Mbak, di Bekasi belum ada KI. Mau ih jadi relawannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa bangeet Kak ikut di kota lain. Pantengin informasinya melalui instagram KI di berbagai kota. Oh iya, ada KI Jakarta loh. KI Bandung juga ada yang terdekat dari Bekasi.

      Delete
  2. Seru banget emang jadi relawan mengajar tuh! Jadi inget dulu aku pernah jadi volunteer juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneeeer, apalagi buat orang-orang yang belum pernah ngajar. Sungguh mengejutkan. Hahahah

      Delete
  3. Kegiatan yang berhubungan dengan volunteering selalu menarik, keren Mba

    ReplyDelete
  4. keren sudah 3 tahun ya ikut komunitas KI ini, di banjarmasin juga ada komunitas KI

    ReplyDelete
  5. Kelas Inspirasi, mengikuti kisahnya dari organisasi guru. Sering dibahas KI ini. Jadi terinspirasi sampai tahun lalu ikutan Kemenkeu Mengajar 4 di sekolah ladang sawit. Seru dan nagih. Sayangnya tahun ini nggak bisa ikutan.

    ReplyDelete
  6. Aku aku aku, aku pernah lolos seleksi IM sampai akhir, tinggal berangkat pelatihan akhirnya memilih berangkat ke pelaminan. wkwkwk. Cita-cita banget dulu mau ikut IM, sayangnya pas daftar-daftar KI nggak lolos. wkwkwk

    ReplyDelete

Post a Comment