JurnalTepungTerigu

Nurfaizah Husen; Home Schooler yang Memulai Blogging

5 comments

Mengenal Sosok Nurfaizah Husen

Aku ingin memperkenalkan seseorang yang mana hanya dalam obrolan pesan instan telah memberiku inspirasi. Nurfaizah Husen namanya. Ia adalah Ibu dari tiga orang anak yang merupakan salah satu member Blogspedia Coaching for Newbie. Bertemu dalam pelatihan blogging yang sama, aku tidak pernah menyangka akan mendapat kesempatan untuk mengenalnya lebih jauh. I am really excited!

Mengenal Sosok Nurfaizah Husen

Di tengah kesibukannya, ia menjawab pertanyaan-pertanyaanku yang random. Sangat ramah dan sopan. Mengobrol dengannya membuatku merasakan kehangatan. Adem jawabannya dan penuh etika. Sebagai seorang yang koplak bin bar bar, aku jadi instropeksi diri. Ampuuun ampuuun.

Perempuan asal Sulawesi ini kupanggil Iza meskipun di blog pribadinya ia mengenalkan diri dengan nama sapaan Ifa. Karena setelah secara personal mengobrol dengannya, Kak Iza lebih nyaman kusapa dengan nama tersebut. Jadi bagi yang sudah mengenalnya, mohon untuk tidak melayangkan komplain. Wkwkwkwk.

Pecinta Kelestarian Alam dan Konservasi

Kesehariannya saat ini lebih fokus pada kualitas tumbuh kembang anak. Keputusannya untuk tidak menjalankan karir di luar domestik membuatku takjub. Pasalnya sebelum menikah, Kak Iza adalah seorang perempuan karir di lembaga NGO kurang lebih 7 tahun. Karir tersebut didukung dengan latar belakang pendidikannya yang ia tempuh di jurusan sosial ekonomi perikanan. Bidang konservasi pesisir dan laut menjadi suatu passion yang membuatnya sangat bersemangat.

Ah, mengetahui fakta tersebut, aku terpukau. Mungkin jika aku menjadi dirinya, karir tersebut akan kulanjutkan. Namun, seorang Nurfaizah Husen lebih mementingkan keluarga untuk menjadi prioritas utamanya. Karena itulah ia rela melepaskan karirnya. Satu keputusan besar yang tidak semua perempuan karir bisa melakukannya.

Meskipun fokus menjalankan peran sebagai istri dan ibu, ia tidak sepenuhnya meninggalkan kecintaannya pada kelestarian alam. Hal tersebut diwujudkan di tahun 2020 ini dengan menerapkan sustainable living. Kak Iza menciptakan eco enzym di rumahnya dan menghasilkan minuman kombucha dan makanan alami yang menyehatkan. Bagi kamu yang memiliki ketertarikan yang sama, insyaAllah Kak Iza sangat welcome untuk berbagi pengalaman.

Tim Emak Kece yang Produktif

Menjadi ibu rumah tangga yang dianugerahi 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan tidak menghalangi produktifitasnya dalam beberapa bidang. Kak Iza membagi waktunya untuk kegiatan yang berkualitas. Selaku tipe manusia dengan jiwa learner yang kuat alias punya kekepoan yang tinggi, ia bahkan sering ikut kelas perfilman. Beberapa kolaborasinya dengan sang buah hati dalam membuat karya audio visual sudah kuintip di postingan media sosialnya. Aku pun antusias menikmati karya tersebut dan baper.

Ketika melihat emak yang super aktif ini, jiwa-jiwa ketidakibuanku meronta. Mon maap aku yang single ini jadi penasaran mau ikut kelas para buk ibuk. Kak Iza aktif di komunitas Ibu Profesional sejak tahun 2017. Ia juga menjadi member di komunitas HEbAT yang berhasil membuatnya lebih enjoy dalam pengasuhan anak.

Tidak hanya di bidang parenting, kelas yang berkaitan dengan kesehatan juga menjadi list rutinitasnya. Mulai dari mempelajari obat-obat herbal ala Rasulullah hingga berlatih pengobatan bekam. Kegiatan tersebut tentu menunjang perannya sebagai ibu rumah tangga. Menjadikan orang-orang terkasihnya tetap sehat dan bugar membuatnya bahagia. Ketika ada anggota keluarga yang sakit, pertolongan pertama sudah pasti dikuasainya. Super sekali, bukan? 

Berkenalan dengan Nurfaizah Husen

Praktiksi Home Schooler

Fakta lain mengenai sisi lain dari Kak Iza yang membuatku interest adalah rutinitas Home Education yang ia terapkan. Memberikan kebebasan kepada anak untuk menentukan sendiri metode belajar mereka sungguh tidaklah mudah. Dengan penuh rasa syukur, Kak Iza mengungkapkan kebahagiaan dirinya menjadi fasilitator belajar anak-anaknya di rumah.

Saat kutanya apa hal yang paling mengesankan selama mengasuh anak, ia menyatakan rasa bangga karena buah hatinya memilih belajar secara Home Schooling. Membuat keputusan sendiri adalah hal yang patut diapresiasi. Oleh karena itu, Kak Iza memaksimalkan kemampuannya untuk mendukung pilihan mereka.

Sebelum menjalani metode belajar Home Education, kedua anaknya telah mengenyam pendidikan di sekolah umum. Namun setelah menghadapi beberapa pertimbangan serta didukung dengan adanya role model yang dapat dicontoh, akhirnya beralih ke Home Schooling.

Berkat kelas-kelas parenting dan pendidikan karakter yang pernah diikuti, Kak Iza percaya diri untuk membersamai pendidikan putra putrinya. Dia merasa rileks meski dituntut untuk lebih menguasai kebutuhan pendidikan anak. Sebagaimana yang dirasa para ibu, proses menumbuhkan fitrah anak selalu membuatnya optimis dan bahagia. Mulai dari memantau tumbuh kembang kesehatan, kemandirian, hingga melatih komunikasi mereka dengan baik.

Memulai Blogging untuk Portfolio Anak

Sebelum fakta-fakta di atas yang kuketahui mengenai Kak Iza, hal ini lah yang aku tahu lebih dahulu. Sebagai seorang ibu yang super keren, memulai blogging adalah langkah yang inspiratif di usia 40-an. Alasan blogging yang paling kuat darinya yakni untuk membuat portfolio anak-anaknya. Seandainya ibuku juga demikian, aku pasti akan senang histeris. Hahahaa.

Meskipun masih baru di dunia per-blogging-an, semangat dan antusiasnya patut diacungi jempol. Semua postingannya tentang aktifitas belajar anaknya sudah kubaca tuntas. Cuss melipir ke El Zahran Journey untuk berkenalan dengan tulisan-tulisannya. 

Baginya, blog adalah semacam tempat bermain. Si blogger yang satu ini menjadikan blog sebagai sarana untuk meluapkan ribuan kata biar awet muda dan bahagia. Maka dari itu dia memutuskan untuk memilih lifestyle niche untuk menuliskan banyak hal yang dialaminya.

Setiap desain yang dia poles di blog El-Zahran Journey mengutamakan unsur alami yang menenangkan dan menyejukkan. Ia berharap para pembaca dapat betah dan merasakan kedamain dari setiap nuansa yang hadir di dalamnya. Terlihat dari ornamen dedaunan yang berembun menjadi header yang akan tampak di halaman depan.

Tagline dan nama blognya sangat kental dengan kekeluargaan. Tampak dari nama El Zahran yang merupakan gabungan dari nama dirinya dan suami tercinta. So sweet! Ughhh, para jomblo stay calm, please! ðŸ˜ƒðŸ˜› Harapan terbesarnya dari kegiatan barunya ini adalah terciptanya semangat baru dalam diri pembaca setiap kali berkunjung ke blognya.


Di pertengahan malam yang sedikit gerah, aku mulai menulis tentangnya. Kemudian menjelang dini hari akhirnya tuntas. Sekarang tidak hujan seperti malam-malam sebelumnya. Meskipun demikian, semoga tulisan ini tetap menjadi basah dengan inspirasi-inspirasi baru. Sebagaimana sosok Nurfaizah Husen yang telah membuka sebagian mataku dari hal-hal yang sederhana.

 


Miela Baisuni
Jatuh cinta pada buku sejak sekolah menengah, menulis adalah kecintaan mulai usia yang kalau ditanya jujur terus jawabannya. Sekarang milih fotografi dan travelling sebagai pelengkap hobi sebelumnya. Nice to see you!

Related Posts

5 comments

  1. MasyaAllah saya takjub dengan cara menulis dirimu mba Miela, kereen bangett sampai dalam hatiku bertanya ini nurfaizah siapa yah, saya ko' serasa melayang, pantesan dirimu dikontrak lama sbg conten writernya perusahaan ternyata narasimu kereen yah

    ReplyDelete
  2. Ah, aku selalu kagum sama mamak2 hebat macam kak iza. Keren abis.

    ReplyDelete
  3. Masya allah. Emak homeschooler yang nyemplung di blog juga. Barakallah..

    ReplyDelete

Post a Comment