JurnalTepungTerigu

HARI KARTINI 2018; Kulayangkan Sebuah Surat untukmu, Kartini

Post a Comment
Sumber gambar: novelrw.com


Pagi ini, aku terbangun dengan nafas terengah kemudian beranjak segera dari tempat tidur dan menulis surat ini.

Teruntuk seluruh perempuan disabilitas; KARTINI masa kini 
Mari bersama-sama mengucapkan selamat pagi dan menyapa diri sendiri terlebih dahulu. Barangkali dengan begitu, kita akan menemukan sesuatu yang telah terabaikan selama ini tentang diri kita. Apakah kamu pernah melakukannya? Jika ini menurutmu adalah sesuatu yang konyol, itu perasaanmu saja. Percayalah dan cobalah sesekali.

Hai, saudariku!
Siapa pun yang membaca suratku ini, semoga kamu adalah perempuan disabilitas yang nantinya akan menginspirasi orang lain dan membuktikan bahwa kamu tidak layak dinomersekiankan.Semoga kamu selalu bahagia dengan versimu, tanpa merasa rendah diri dengan ketidaksempurnaan yang kamu miliki. Karena sejatinya tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
Dan ingatlah, kita adalah KARTINI, meski Kartini di masa lalu itu sosok perempuan yang begitu hebat dan seakan tidak bisa kita menyamakan diri dengannya.

Hai, perempuan-perempuan luar biasa!
Aku tidak benar-benar tahu bagaimana kamu merasakan sulitnya menjalani hidup dengan kondisi fisik yang tidak normal. Aku juga tidak mampu merasakan bagaimana pergolakan batinmu bereaksi setiap kali orang lain memperlakukanmu dengan semena-mena. Bahkan aku tidak mungkin bisa mengetahui setiap inci dari keputusasaan yang kau alami ketika ada keinginan untuk menjadi sama seperti manusia normal pada umumnya. Namun, satu hal yang aku tahu dan sangat kuyakini; kita memiliki kesempatan yang sama, meskipun dengan jalan dan cara yang berbeda.

Boleh saja kamu tidak pernah mendengar segala jenis suara seperti bunyi bel, kokok ayam, kicauan burung, gemericik air serta suara lainnya. Boleh saja bila kamu tidak tahu apa itu warna merah, bagaimana wujud kursi, mobil, tiang, awan, rerumputan, terlebih kamu tidak mengetahui wajah dirimu sendiri.  Tapi menjadi tidak bijaksana ketika kamu membiarkan suara dan mata batinmu berlalu begitu saja. Aku meyakini bahwa kamu memilikinya, dan itulah kekuatan terbesarmu. pun aku percaya bahwa kamu mengantongi kepekaan yang lebih besar dari pada kami yang bisa mendengar dan melihat secara kasatmata.

Kamu boleh saja tidak bisa berjalan tanpa bantuan tongkat, sah sah saja jika jika bibirmu sumbing hingga itu menjadikanmu tidak percaya diri bahkan sekadar bercermin di kamarmu sendiri. Kamu mungkin juga salah satu perempuan yang seringkali merutuk diri karena tidak bisa menyuarakan suaramu, terlebih ketika kamu hanya bisa menyebutkan namamu melalui tulisan setiap kali orang lain bertanya. Bahasa isyarat saja belum cukup mampu membantumu berkomunikasi dengan mereka .

Itu memanglah terdengar menyedihkan. Namun akan menjadi lebih menyedihkan lagi jika kamu hanya berharap kebahagian seperti manusia normal pada umumnya. Karena sesungguhnya kamu punya cara sendiri untuk bahagia. Sebuah kebahagiaan versi dirimu yang tidak akan pernah dimiliki manusia macam kami yang bisa mendengar, melihat, berjalan, berbicara, dan sepintas tampak lebih sempurna darimu.

Aku berharap semoga kebahagiaan itu telah kamu temukan bahkan sebelum surat ini sampai padamu. Jika ternyata kamu belum memilikinya, berhentilah menyalahkan diri sendiri dan keadaan yang memilukan. Carilah jalanmu itu, temukan kebahagiaan dengan gayamu sendiri. Karena kita terlahir dengan kenyataan dan kondisi yang berbeda, sudah sepatutnya lah kita berbahagia dengan jalan kita masing-masing. Karena semakin kita melihat jalan kebahagiaan orang lain, semakin sulit kita menemukan jalan kebagiaan yang semestinya.

Bagaimanapun kondisimu, kamu layak bahagia dan aku bersyukur bilamana menjadi bagian kebahagiaanmu.

Kediri, April 2018

Salam hangat,

Perempuan biasa yang tidak biasa biasa saja


Miela Baisuni
Jatuh cinta pada buku sejak sekolah menengah, menulis adalah kecintaan mulai usia yang kalau ditanya jujur terus jawabannya. Sekarang milih fotografi dan travelling sebagai pelengkap hobi sebelumnya. Nice to see you!

Related Posts

Post a Comment