JurnalTepungTerigu

KETIGA: WASIAT UNTUK DIRI SENDIRI

Post a Comment
#TANTANGAN MENULIS 10 HARI BERSAMA KAMPUS FIKSI


Fotografer: Muktir Rahman


Pertanyaan mengenai resolusi di tahun 2017 mengingatkanku pada  malam tahun baru yang meninggalkan cukup banyak bekas kenangan  (ehm!).  Saat itu, aku memutuskan untuk berkemah ke pantai Bangkung dan mengunjungi Watu Lepek, Malang Selatan bersama saudara dan teman sejawat. Sebagaimana yang sudah kuceritakan di postingan sebelumnya, pantai adalah salah satu tempat yang bisa membuatku mendadak histeris! Dan sebab itu pula aku menghasilkan sederetan list keinginan yang hendak kucapai di tahun ini.  Tidak lupa pula, secangkir puisi turut berkontribusi dalam penyusunan surat wasiat untuk diriku sendiri  :D

Lima wasiat untuk diriku sendiri tahun ini; apa saja kah?

First, aku harus sarjana meski belum siap melepas status mahasiswa. Aku merasa akan ada banyak hal yang tidak lagi bisa kulakukan tanpa status mahasiswaku ini (lha, trus maumu apa, Nduk? Wkwkwk). Di satu sisi aku perlu melebarkan estafet perjuangan dengan jenjang yang lebih tinggi, di sisi yang lain aku tetap ingin menikmati masa-masa lajang yang begitu mengagumkan, selayaknya mahasiswa. Yaa, andai saja tidak ada tuntutan dari keluarga untuk lulus tepat waktu, mungkin aku akan melanjutkan ke-nakal-anku dulu kali yaa. *ampunummiiii* hehe ^_^

Second, I am able to be a good speaker. POKOKNYA AKU HARUS MAHIR BERBAHASA INGGRIS. TIRIK.

Duh, typo, guys!

Third, muncak ke Ranukumbolo! Setelah berhasil ke Bromo dan Panderman, Ranukumbolo akan menjadi catatan pendakianku yang ketiga yang semoga lebih mengesankan. Sebenarnya keinginan ini adalah rencanaku di pertengahan 2016 yang lalu,  sayang sungguh sayang  gagal. Padahal sudah banyak yang dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Tapi kok ya malah ada panggilan lain yang lebih darurat sih? Zzzzz

Oke, sabar. Tahun ini insyaAllah terwujud. Turut mengamini ya, gengs! Aku akan menuliskan tentang cerita perjalananku ke sana. Tunggu saja.

Fourth, aku mau berwirausaha kecil-kecilan dan melakukan pekerjaan freelance untuk memiliki tabungan 5 juta (kenapa harus 5 juta sih?). Aku juga bingung kenapa menargetkan 5 juta, kok bukan 7 juta atau 200 ribu. Haha. Hmm, jika ternyata aku bisa melakukan perencanaan ini, aku akan menjadi Histeris. Jarang-jarang lhoo aku bisa menabung apalagi sampek mencapai angka segitu (oh tidak, aku buka kartu terlarang!). Dengan uang 5 juta itu, aku akan mengembangkan usaha dan membayar sisa-sisa hutangku (omg, lagi-lagi buka kartu).

Baiklah cukup membicarakan uang 5 juta. And then..

Fifth, embrio-embrio ide dan imajinasiku kudu lahir, guys. DEBUT KARYA NOVEL. Aku sudah tidak sanggup menahan para tokoh yang sejak dulu berkeliaran di benakku. Perjalanan hidupnya sudah lama bersarang dan kadangkala terjebak dalam imajinasi yang baru.

Sudah lima hal yang kuberitahu di sini. Sisanya biarlah tetap mengabadi dalam catatan kecil pada perjalanan romantisku di pantai malam tahun baru. Wehhhh :p

Dengan menuliskan lima dari sekian banyak resolusi tahun ini layaknya sebuah wasiat, aku berharap ini semua tidak hanya menjadi sebuah pengharapan.  Semoga harapanku dan harapanmu yang membaca tulisan ini terwujud. Amin.


Miela Baisuni
Jatuh cinta pada buku sejak sekolah menengah, menulis adalah kecintaan mulai usia yang kalau ditanya jujur terus jawabannya. Sekarang milih fotografi dan travelling sebagai pelengkap hobi sebelumnya. Nice to see you!

Related Posts

Post a Comment